Review Fore Coffee: Suasana Nyaman untuk Kamu yang Ingin Menenangkan Pikiran

 By Andrean Tjong

Sebagai seorang mahasiswa yang hampir setiap harinya disibukkan dengan tugas, presentasi, dan kegiatan kampus, saya kadang merasa butuh waktu untuk sekadar berhenti sejenak dan menenangkan pikiran. Rutinitas kuliah yang padat, ditambah tenggat tugas yang seolah tidak ada habisnya, sering membuat kepala terasa penuh. Maka malam itu, saya memutuskan untuk keluar sebentar dan mencari suasana berbeda. Saya ingin tempat yang tenang tapi tetap nyaman untuk duduk sambil menenangkan diri, dan pilihan saya akhirnya jatuh kepada Fore Coffee. Saya memang sudah beberapa kali mendengar tentang Fore, terutama dari teman-teman kampus yang sering menjadikannya tempat nongkrong sekaligus nugas. Katanya, suasananya nyaman, kopinya enak, dan pelayanannya cepat. Malam itu, sekitar pukul delapan lewat sedikit, saya berangkat ke salah satu gerai Fore yang tidak terlalu jauh dari tempat kos saya. Jalanan cukup lengang, udara malam terasa sejuk, dan dari luar kafe sudah terlihat pencahayaan hangat yang membuatnya tampak menarik.

Begitu sampai di depan pintu, saya langsung disambut dengan desain khas Fore Coffee yang minimalis dan modern. Dinding kaca besar memperlihatkan bagian dalam kafe yang terang, bersih, dan ramai tapi tetap terasa tenang. Saya mendorong pintu kaca dan aroma kopi langsung tercium. Bagi saya, aroma kopi selalu punya efek menenangkan dan entah kenapa, rasanya seperti semua beban kuliah mendadak berkurang begitu aroma itu tercium.

Langkah pertama saya tentu saja menuju ke area kasir, seperti terlihat di foto pertama yang saya ambil malam itu. Dua barista sedang sibuk menyiapkan pesanan, sementara beberapa pelanggan berdiri di depan meja kasir, masing-masing menatap layar menu digital yang menggantung di atas. Saya ikut berdiri di antrean sambil memperhatikan suasananya. Interiornya sederhana tapi elegan yang didominasi warna putih dan hijau membuat tempat itu terasa segar. Di balik meja kasir, ada mesin espresso yang sesekali mengeluarkan bunyi mendesis, menandakan aktivitas pembuatan kopi yang tak berhenti. Barista yang bertugas melayani tersenyum ramah dan menyapa setiap pelanggan dengan sopan. Meski suasananya agak ramai, pelayanan mereka tetap terlihat tenang dan sistematis.

Ketika tiba giliran saya, barista menanyakan pesanan dengan nada suara yang sopan tapi santai. Saya sempat melihat menu digital lagi sebentar. Ada banyak pilihan menarik yaitu dari kopi klasik seperti Americano, Latte, dan Cappuccino, hingga menu signature mereka yang punya sentuhan rasa manis seperti Butterscotch Sea Salt Latte, Pandan Latte, dan Caramel Praline Macchiato. Karena malam itu saya ingin minuman kopi dingin dan manis, saya akhirnya memutuskan untuk memesan Caramel Praline Macchiato ukuran reguler pakai es.

Saya bilang ke barista, “Saya mau Caramel Praline Macchiato reguler, yang pakai es ya, Kak.”

Kemudian barista mencatat pesanan saya di mesin kasir, lalu memberi tahu harga dan perkiraan waktu tunggu. Saya membayar pesanan dan kemudian berdiri di dekat counter sambil menunggu minuman saya disiapkan. Sambil menunggu, saya sempat memperhatikan bagaimana barista menyiapkan minuman pelanggan lain dan semuanya terlihat cepat tapi tetap rapi. Setiap langkah dilakukan dengan presisi, dari menuang espresso, mengocok susu, sampai menghias bagian atas minuman dengan sirup karamel.

Sambil menunggu, saya sempat mengambil foto papan menu seperti di foto kedua. Dari dekat, desain menu Fore terlihat menarik. Setiap minuman ditampilkan dengan warna dan detail yang jelas, seolah memang dirancang agar pelanggan tergoda untuk mencoba semuanya. Saya sempat tergoda untuk menambah pesanan pastry atau snack kecil, tapi akhirnya saya pikirkan lagi karena malam itu saya hanya ingin fokus menikmati kopi dan suasananya.

Saya juga memperhatikan beberapa pelanggan lain. Ada yang datang bersama teman, ada juga yang datang sendiri seperti saya. Beberapa mahasiswa tampak membuka laptop, mungkin sedang menyelesaikan tugas atau sekadar browsing. Melihat mereka membuat saya berpikir bahwa memang kafe seperti ini sudah jadi bagian dari kehidupan mahasiswa zaman sekarang. Tempat seperti Fore bukan cuma sekadar tempat ngopi biasa, tapi juga jadi ruang produktif sekaligus tempat istirahat sejenak.

Tak lama kemudian, nama saya dipanggil. Barista memberikan minuman dengan senyum ramah sambil berkata, “Caramel Praline Macchiato ice-nya sudah siap, Kak.” Saya mengucapkan terima kasih dan mengambil minuman yang disajikan dalam cup bening dengan logo hijau khas Fore. Dari tampilannya saja sudah menarik, lapisan espresso di atas susu dan sirup karamel di bawah terlihat kontras tapi keren.

Setelah mengambil pesanan, saya memilih duduk di area indoor terlebih dahulu, seperti di foto ketiga. Bagian dalam kafe cukup luas dengan pencahayaan putih hangat yang membuat suasananya terasa nyaman. Ada beberapa meja kecil untuk dua orang, dan juga area panjang di dekat jendela yang cocok untuk bekerja dengan laptop.

Saya memilih meja di dekat dinding, agar bisa duduk santai sambil memperhatikan aktivitas di dalam kafe. Suasana di dalam terasa tenang meski pengunjungnya lumayan banyak. Musik lembut mengalun pelan, tidak terlalu keras, jadi masih memungkinkan untuk fokus berpikir atau mengerjakan sesuatu. Saya membuka tutup cup dan mencicipi tegukan pertama. Rasa Caramel Praline Macchiato yang saya pesan langsung memenuhi lidah, manisnya terasa pas, tidak berlebihan, dengan aroma karamel yang lembut. Espresso-nya tetap terasa kuat, tapi susu dan praline-nya membuat keseluruhan rasa jadi seimbang dan lembut. Rasanya benar-benar pas diminum malam hari setelah hari panjang yang melelahkan.

Sambil menikmati kopi, saya membuka laptop sebentar. Awalnya niat saya hanya untuk memindahkan beberapa file tugas, tapi akhirnya saya malah terdorong membuka filr tugas kuliah yang belum sempat saya sentuh. Entah karena efek suasananya atau efek kafein, saya jadi agak semangat untuk mengerjakan bebrapa tugas yang harus dikumpulkan minggu depan.

Namun setelah sekitar setengah jam duduk di dalam, saya mulai merasa udara di dalam agak dingin karena AC-nya cukup kuat. Saya juga ingin menikmati suasana malam di luar yang dari kaca terlihat cukup tenang. Akhirnya, saya memutuskan untuk berpindah ke area luar.

Saya membawa gelas kopi saya ke area outdoor, seperti yang ada pada foto keempat. Begitu keluar, udara malam langsung terasa segar. Lampu-lampu kecil di sekitar area luar menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan. Beberapa meja sudah terisi oleh pasangan muda dan kelompok kecil yang sedang mengobrol santai. Saya memilih duduk di pojok agar bisa menikmati kopi sambil mengamati suasana tanpa terganggu. Di luar, suasananya berbeda. Tidak ada suara mesin kopi atau musik lembut seperti di dalam, tapi justru itu yang membuatnya terasa nyaman. Angin malam berhembus pelan, membawa aroma kopi dari dalam kafe yang masih samar-samar tercium. Dari tempat saya duduk, saya bisa melihat jalanan di depan kafe yang mulai sepi, hanya sesekali ada motor lewat.

Saya menaruh gelas kopi di atas meja dan menatapnya sejenak. Lapisan es yang mulai mencair membuat warna kopi terlihat semakin lembut, campuran susu dan karamel mulai menyatu sempurna. Saya menyeruput kembali perlahan. Rasanya tetap sama yaitu manis, creamy, dan sedikit nutty dari pralinenya. Bagi saya, ini tipe minuman yang bisa membuat rileks tanpa membuat ngantuk, cocok untuk mahasiswa yang ingin menikmati malam tapi tetap butuh tenaga untuk besok.

Sambil duduk di sana, saya sempat berpikir tentang banyak hal yaitu tentang tugas yang masih menumpuk, jadwal presentasi minggu depan, bahkan tentang rencana masa depan setelah kuliah nanti. Mungkin kedengarannya sepele, tapi di momen seperti itu, duduk sendiri sambil menikmati kopi bisa jadi cara terbaik untuk menata ulang pikiran. Beberapa kali saya memperhatikan barista yang sesekali keluar untuk mengantarkan pesanan ke pelanggan di luar. Mereka tetap tersenyum meski malam makin larut. Hal itu memberi kesan positif bagi saya. Rasanya menyenangkan melihat pelayanan yang tetap ramah meski sudah mendekati jam tutup.

Sekitar pukul sembilan lewat tiga puluh, suasana di Fore mulai sepi. Beberapa pelanggan mulai beranjak pulang, sementara barista di dalam mulai membereskan meja dan membersihkan area bar. Saya menatap gelas kopi saya yang kini hanya tersisa sedikit. Rasanya sayang untuk diakhiri, tapi waktu juga sudah cukup malam dan besok pagi saya masih ada kelas. Sebelum beranjak, saya sempat melihat ke dalam. Salah satu barista yang melayani saya tadi melirik sebentar dan tersenyum kecil, mungkin menyadari bahwa saya akan pulang. Saya membalas senyumnya dengan anggukan singkat, lalu membuang gelas kopi ke tempat sampah yang sudah disediakan di sudut luar kafe.

Saat berjalan menuju parkiran, saya merasa puas. Bukan hanya karena kopinya enak, tapi juga karena suasananya berhasil memberi jeda dari rutinitas kampus yang melelahkan. Malam itu terasa lebih ringan. Pengalaman sederhana seperti ngopi di Fore ternyata cukup untuk membuat saya merasa segar kembali dan siap menghadapi hari berikutnya. Bagi saya sebagai mahasiswa, tempat seperti Fore Coffee bukan sekadar tempat untuk beli minuman. Lebih dari itu, Fore jadi ruang singgah sementara seperti tempat untuk berhenti sejenak, berpikir, atau sekadar menikmati waktu sendiri tanpa tekanan tugas. Pelayanannya ramah, suasananya nyaman, dan rasa kopinya sepadan dengan harga yang saya bayar.

Kesimpulannya adalah pengalaman ngopi malam di Fore Coffee bagi saya sebagai mahasiswa bukan cuma soal mencicipi minuman manis bernama Caramel Praline Macchiato. Lebih dari itu, ini tentang mencari ketenangan di tengah rutinitas kampus yang padat, tentang menemukan ruang di mana saya bisa berpikir tanpa tekanan, dan tentang bagaimana segelas kopi bisa menjadi teman yang menenangkan di akhir hari. Mulai dari proses memesan di kasir, memilih menu dengan hati-hati, menunggu di area indoor sambil mencicipi kopi, hingga akhirnya duduk santai di area outdoor sambil menikmati udara malam, semuanya berjalan mengalir dan menyenangkan. Fore Coffee benar-benar memberikan pengalaman yang seimbang antara kenyamanan tempat, keramahan pelayanan, dan kualitas rasa kopi.

Bagi mahasiswa seperti saya, momen seperti ini sangatlah penting. Kadang kita tidak butuh liburan jauh atau hiburan mahal untuk merasa lebih baik tetapi cukup segelas kopi dingin dan suasana tenang sudah bisa membuat pikiran kembali jernih. Dan malam itu, Fore Coffee berhasil memberikan hal sederhana itu dengan sempurna.


Jadi menurut kalian, kalian setuju ga kalo Fore ini memang tempat ngopi yang recommended? Atau kalau menurut kalian masi ada tempat ngopi lain yang lebih recommended, boleh komen disini ya guys.

Komentar

  1. Aku juga sering ke Fore, paling suka duduk di outdoor malam-malam, adem banget

    BalasHapus
  2. Wah tulisannya relate banget, kadang segelas kopi emang cukup buat nenangin pikiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget kak, cuma butuh segelas kopi aja buat bikin rileks

      Hapus
  3. Bener banget, kadang tempat ngopi bukan cuma soal rasa tapi juga suasananya

    BalasHapus
  4. Mantap banget tulisannya. Kafe simple tapi suasananya bisa ngaruh ke mood, itu yang sering orang lupa.

    BalasHapus
  5. Ih sama banget kak aku juga se sukaa itu sama fore😍❤️

    BalasHapus
  6. kakkk kamu harus cobain tuku, tuku juga enak banget yaampun🤭😍❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak nanti bakal ak cobain juga itu, soalnya tuku pernah lewat juga di fyp aku

      Hapus
  7. Kalo aku pribadi lebih suka es kopi susunya Fore, manisnya pas

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo aku si sukanya lebih ke yang pahit2 kak kayak americano gitu

      Hapus
  8. Aku jadi pengen coba nongkrong di Fore malam-malam setelah baca ini

    BalasHapus
  9. aahhh karena review ini jadii penasaran experience ngopi di fore

    BalasHapus
  10. Aku pernah ke Fore juga, dan emang pelayanannya ramah banget

    BalasHapus
  11. setiap pulang kerja pasti slalu mampir fore, karena eemang seenak itu

    BalasHapus
  12. Mantap banget tulisannya. Kafe simple tapi suasananya bisa ngaruh ke mood, itu yang sering orang lupa.

    BalasHapus
  13. kak coba stok kopi latte 1 liter nya deh, jadi bisa minun tiap hari enaaakkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduhh kalo 1 liter sih kebanyakan kak buat aku

      Hapus
  14. tempat nongki paling asikkk emang fore tuh

    BalasHapus
  15. Ceritanya detail tapi tetap enak dibaca. Jadi penasaran mau ke Fore lagi.

    BalasHapus
  16. Aku suka banget kalimat “kopi bisa jadi teman yang menenangkan di akhir hari” 🥹

    BalasHapus
  17. aku tunggu review nya buat review coffee shop lain

    BalasHapus
  18. Aku setuju banget, kadang hal sederhana kayak ngopi bisa beneran nyembuhin pikiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang kita emg butuh sesuatu kayak kopi gitu kak buat ngatasin pusing gara2 tugas ataupun hal lain haha

      Hapus
  19. Emang cocok banget fore buat nugas dan nongki nongki cantik

    BalasHapus
  20. Tulisan kamu bikin kangen suasana ngopi di tempat tenang, makasih udah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi banyak kak, tungguin aja ya kak artikel aku yang lainnya.

      Hapus
  21. Jadi rekomendasi menu yg paling worth it dan enak apaa nihh di fore

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo menurut aku si kakak hrus cobain caramel praline mcahiatonya, dijamin pasti bakal balik lagi ke forenya

      Hapus
  22. Udah sebulan lebih ga ke fore, jadi kangen suasana nya

    BalasHapus
  23. Aku suka banget tulisan kayak gini, jadi ngerasa ngopi itu punya makna lebih dari sekadar minum

    BalasHapus
  24. Aku jadi pengen cobain Fore juga deh habis baca ini, semoga cabangnya deket rumah

    BalasHapus
  25. terakhir kesini pesen kopi latte nya, emang enak bangettt

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget kak, menu2 di fore uda pasti dijamin enak semua dong

      Hapus
  26. Tulisan kamu bikin sadar kalau kebahagiaan itu sederhana, cukup segelas kopi dan suasana tenang

    BalasHapus
  27. Tulisanmu ngalir banget, berasa ikut duduk di Fore malem-malem sambil ngopi.

    BalasHapus
  28. Next cobain family mart, kopi dan makanan nya worth to try

    BalasHapus
    Balasan
    1. bole banget nih kak, mumpung di kamppus ak ada family martnya

      Hapus
  29. Caramel Praline Macchiato itu favoritku juga, manisnya pas dan ga bikin enek.

    BalasHapus
  30. Setuju sama kamu, suasana Fore itu emang bikin tenang. Cocok banget buat yang lagi suntuk kuliah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sung dateng lagi aja kak kalo kakanya butuh tempat buat nenangin pikiran bentar

      Hapus
  31. suasana nya tenang disini, cocok buat kerjain tugas ataupun kerjaan sambil minum kopinyaa

    BalasHapus
  32. menu nya menarik banget!

    BalasHapus
  33. menu menu disini enak semuaa, harga nya juga ramah dikantong

    BalasHapus
  34. menu kopi dari Fore Coffee lumayan cukup bervariasi ya, di tambah tersedia juga berbagai jenis roti nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget kak, ga bakal rugi kak kalo kakak ke fore soalnya tempatn sama menunya enak banget

      Hapus
  35. fore coffee emang juaraa bangett..

    BalasHapus
  36. kerenn bangett, cocok buat aku yang suka ngopii. kapan kapan aku mampirrr

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi Malam Hari di Coffee Dia: Pengalaman Santai di Sudut Outdoor yang Tenang

Pengalaman Ngopi Santai di Coffinancial : Tempat Nyaman Buat Nongkrong dan Kerja Santai