Wone pik 2: tempat tenang dengan Americano yang bikin balik lagi
By Selena Viansen
Di sisi kanan, ada bar kopi panjang dengan mesin espresso besar yang menghadap langsung ke customer. Dua barista biasanya terlihat sibuk meracik minuman, tapi tetap terlihat tenang dan rapi dalam setiap gerakannya. Suara mesin espresso, suara es yang dihancurkan, dan aroma
Tapi dari semua elemen yang ada di Wone, satu hal yang paling mencuri perhatian adalah americano mereka. Harganya tiga puluh lima ribu, sebuah harga yang cukup terjangkau untuk area PIK 2 yang dikenal punya standar harga lumayan tinggi. Namun nilai sebenarnya bukan di harga, melainkan di rasa yang dihidangkan. Americano di Wone punya karakter yang cukup kuat. Dari tampilannya saja sudah terlihat: warnanya jernih pekat, tidak terlalu gelap seperti kopi yang over-roasted, tapi juga tidak pucat. Ini memberi gambaran kalau mereka menggunakan biji kopi yang proses roasting-nya pas dan brewing-nya tepat.
Ketika gelas americano diletakkan di meja, aromanya langsung naik. Ada aroma nutty yang halus, sedikit fruity tipis, dan sentuhan earthy yang bersih. Tidak ada bau gosong atau aroma pahit berlebihan yang sering muncul dari beans murahan atau roasting yang terlalu gelap. Wone kelihatan cukup perhatian dalam memilih beans mereka. Dari rasa tegukan pertama, americano ini terasa bright dan clean. Ada tingkat keasaman yang segar, tapi tidak menusuk. Acidity-nya lebih ke arah citrus ringan, yang membuat kopinya terasa hidup tanpa membuat lidah kaget. Body-nya medium, jadi tidak terlalu berat, tapi tetap punya karakter yang cukup menonjol.
Hal terbaik dari americano Wone adalah bagaimana pahitnya terasa sangat terkontrol. Banyak tempat bikin americano yang aftertaste-nya kasar atau menyengat karena extraction terlalu lama. Di Wone, pahitnya muncul di awal, tapi cepat melembut dan meninggalkan rasa bersih di belakang lidah. Ada sedikit hint cokelat atau karamel yang muncul halus setelah beberapa tegukan, tanda bahwa biji kopi yang mereka gunakan punya natural sweetness yang enak. Buat orang yang suka kopi hitam murni, ini adalah tipe americano yang bisa diminum sampai habis tanpa bikin ngerasa capek atau kering di mulut.
Americano di Wone juga termasuk versatile. Bisa diminum pelan-pelan sambil kerja, bisa juga dinikmati cepat sebagai booster pagi. Rasanya stabil dari awal sampai akhir, tidak berubah jadi watery atau flat terlalu cepat. Bahkan esnya pun mencair dengan tempo yang wajar sehingga intensitas rasanya tidak hilang begitu saja. Banyak pengunjung yang datang ke Wone justru untuk kopi mereka, dan setelah mencicipi americano-nya, memang terasa bahwa kualitas kopi adalah salah satu kekuatan terbesar tempat ini.
Namun tentu saja, selain americano, Wone juga menawarkan pilihan minuman yang lebih playful, salah satunya strawberry matcha seharga empat puluh lima ribu. Kombinasi matcha dengan strawberry adalah sesuatu yang tricky; salah proporsi sedikit saja, rasanya bisa jadi aneh. Matcha bisa terlalu pahit, strawberry bisa terlalu manis, atau dua-duanya bisa tidak blend sama sekali. Tapi Wone berhasil menemukan keseimbangan yang cukup baik. Pada bagian bawah gelas, strawberry puree-nya tampak segar, bukan tipe sirup yang terlalu manis atau artifisial. Warnanya merah muda cerah dan teksturnya sedikit kental. Di bagian atasnya, ada layer matcha yang warnanya hijau pekat tapi tidak gelap berlebihan, menandakan matcha yang cukup berkualitas.
Saat diaduk, rasa strawberry memberikan kesan fruity yang fresh, dengan sedikit rasa asam alami yang membuat minuman terasa ringan. Matcha-nya tidak overly bitter dan tidak juga terlalu milky. Justru matcha-nya punya rasa yang proper, cenderung earthy dan halus. Ketika keduanya digabung, rasanya jadi unik: ada sweetness yang soft dari strawberry, lalu ketemu dengan pahit halus matcha yang membuat keseluruhan minuman lebih seimbang. Ini minuman yang cocok untuk yang tidak terlalu suka kopi tapi tetap ingin minuman yang punya karakter. Strawberry matcha di Wone bukan tipe minuman yang terlalu manis, sehingga tidak bikin eneg sama sekali. Buat cuaca panas atau buat teman ngobrol panjang, ini pilihan yang pas.
Wone juga dikenal dengan pastry dan cake mereka, dan salah satu menu yang cukup populer adalah ori basque burnt cheesecake. Harganya lima puluh lima ribu, dan kalau ditambah add on wrap mochi lima ribu, total jadi enam puluh ribu. Basque cheesecake adalah jenis cake yang punya ciri khas bagian luar lebih gelap karena dibakar, dengan bagian dalam creamy, lembut, bahkan sedikit lumer. Basque cheesecake di Wone justru masuk kategori yang well-balanced. Lapisan luarnya tidak terlalu gosong dan masih punya aroma baked yang enak. Sementara bagian dalamnya lembut dan creamy tanpa terlalu cair.
Yang bikin menarik adalah add on wrap mochi yang memberikan tekstur tambahan. Mochinya tipis, lembut, dan memberi sensasi chewy yang enak ketika digigit bersama cheesecake. Kombinasi creamy cheesecake dan mochi yang kenyal menciptakan pengalaman makan yang beda tapi tetap harmonis. Rasa cheesecakenya sendiri tidak terlalu manis, lebih ke arah milky dengan hint keju yang tidak terlalu tajam. Ini penting, karena terlalu banyak tempat yang bikin basque cheesecake overly sweet. Dengan tambahan mochi, sweetness-nya jadi lebih playful tapi tidak berlebihan.
Ketika dinikmati bersama americano, basque cheesecake dan mochinya jadi pairing yang sangat pas. Pahit clean dari americano akan menyeimbangkan creamy manis dari cake. Sementara cake-nya sendiri memperhalus rasa pahit kopi dan bikin keseluruhan pengalaman minum kopi jadi lebih lengkap. Ini alasan kenapa Wone bukan cuma sekadar tempat minum kopi, tapi juga tempat yang asyik buat menikmati dessert ringan sambil santai.
Suasana Wone secara keseluruhan juga mendukung pengalaman ini. Walaupun desainnya minimalis, tempatnya tidak terasa kosong. Ada ambience calm yang terbentuk dari warna-warna netral, pencahayaan yang lembut, dan penataan furnitur yang rapi. Musiknya biasanya tidak terlalu kencang, cukup untuk memberi background yang menenangkan tanpa mengganggu fokus. Cocok banget untuk kerja, baca, atau sekadar duduk lama sambil menikmati americano.
Tempatnya juga terasa bersih dan terawat. Baristanya bekerja dengan rapi, dan area preparation mereka terlihat tertata. Ini memberi kesan bahwa Wone memang ingin menjaga standar kualitas yang konsisten, baik dari sisi minuman, makanan, sampai pelayanan. Bahkan saat ramai pun, tempat ini masih terasa nyaman untuk duduk.
Secara keseluruhan, Wone PIK 2 adalah kombinasi dari kopi yang enak, tempat yang nyaman, dan dessert yang menarik. Americano mereka adalah bintang utama yang menunjukkan bahwa Wone benar-benar serius soal kualitas kopi. Strawberry matcha menawarkan alternatif yang fresh dan seimbang buat yang ingin minuman non-coffee. Sementara basque cheesecake dengan mochi memberikan dessert unik yang layak dicoba. Dengan harga yang masih cukup terjangkau untuk area PIK 2, pengalaman nongkrong di Wone jelas worth it dan bikin pengen balik lagi
Wone ini cozy banget, cocok buat ngopi sambil kerja atau baca
BalasHapusAmericano di Wone enak, rasa kopinya pas
BalasHapusSusunan interior dan furniturnya bikin nyaman, enak dipandang
BalasHapusPencahayaan lembutnya bikin suasana jadi tenang cocok buat healing
BalasHapusHarga kopinya masih terjangkau untuk area PIK 2, jadi layak banget
BalasHapusPastry dan cheesecake-nya oke juga, cocok untuk teman ngopi
BalasHapusKalau butuh tempat nongkrong santai, Wone bisa jadi pilihan.
BalasHapusDesain minimalis tapi nggak dingin, vibe-nya hangat
BalasHapusBarista-nya sigap dan suasana cafénya enak, nggak ribet
BalasHapusSuka banget ambience-nya tenang dan rapi
BalasHapusMenu non-kopi seperti strawberry matcha juga menarik
BalasHapusKursi dan meja tampak nyaman, cocok untuk duduk lama
BalasHapusTempat ini pas buat yang pengin suasana adem dan jauh dari keramaian
BalasHapusCake + kopi di Wone jadi pairing yang worth it
BalasHapusOpsinya simpel tapi berkualitas kadang itu justru yang enak
BalasHapusCocok buat tongkrongan santai sore hari atau kerja sambil ngopi.
BalasHapusSuasana nggak bising, jadi bisa rileks tanpa gangguan
BalasHapus