Ngopi Dengan Pemandangan Gunung Batur di Kintamani


Bali memang selalu punya cara untuk memanjakan setiap panca indera, dari suara ombak, aroma dupa yang khas, sampai pemandangan gunung yang menjulang. Tapi kali ini, saya ingin bercerita bukan tentang pantai atau resort mewah, melainkan tentang segelas kopi yang saya nikmati di atas ketinggian, yaitu Salted Kopiko di Akasa Specialty Coffee, Kintamani.

Begitu mobil mulai menanjak ke arah Kintamani, udara terasa semakin sejuk dan lembut. Jalan berliku itu seolah jadi pembuka menuju tempat yang berbeda dari Bali yang biasanya saya kenal lebih tenang, lebih sunyi, dan jauh dari hiruk pikuk Seminyak atau Canggu. Lalu di tengah perjalanan, terpampang sebuah coffee shop yang tampak tidak terlalu besar dari luar yaitu Akasa Specialty Coffee.


Akasa tidak seperti coffee shop kebanyakan. Letaknya di pinggir tebing membuatnya terasa seperti menggantung di atas lembah. Dari area duduk utama, saya bisa melihat langsung ke arah Gunung Batur dan Danau Batur yang megah. Warna biru langit, hijau pepohonan, dan hitam bekas lava gunung berpadu jadi panorama yang menenangkan.

Desain interiornya memadukan unsur modern dan alam: dinding beton ekspos, kayu berwarna terang, dan kursi-kursi empuk yang di tata melingkar menghadap ke pemandangan. Beberapa area bahkan dibuat seperti nests ruang duduk semi melingkar yang menjorok keluar dari tebing, tempat sempurna untuk bersantai sambil menyeruput kopi dan menikmati angin gunung.

Saya datang saat siang hari, sekitar jam 12-an, dan suasananya cukup ramai. Mungkin karena sedang musim liburan di Bali, banyak pengunjung lokal maupun wisatawan asing yang rela antre demi tempat dengan pemandangan terbaik. Walau harus menunggu sekitar 15 menit, rasanya tak masalah. Udara sejuk dan semilir angin gunung membuat waktu menunggu jadi terasa ringan.


Begitu pelayan datang, saya memesan Salted Kopiko, salah satu menu andalan di Akasa. Namanya saja sudah menarik kombinasi antara kopi dan rasa asin manis seperti permen nostalgia “Kopiko”, tapi dengan sentuhan unik dari tempat ini. 

Tak lama kemudian, minuman itu datang dalam penyajian yang estetik, satu botol kecil berisi campuran latte, gelas berisi es batu dengan sedikit hiasan daun mint, dan siraman saus karamel tipis di dinding gelasnya. Di sampingnya, ada air putih dingin dalam gelas kaca bening untuk menetralkan rasa. Semua disajikan di atas papan kayu, kontras dengan latar langit biru dan perbukitan hijau di kejauhan.

Tegukan pertama langsung memberi kejutan lembut rasa kopi yang kuat dan sedikit pahit berpadu dengan gurih halus dari salted caramel. Susunya creamy tapi tidak bikin enek, dan yang paling menarik, sensasi asin di akhir tegukan justru menonjolkan rasa manis alami dari karamel.

Menurut barista yang sempat saya ajak mengobrol singkat, Akasa menggunakan single origin Bali Kintamani yang terkenal dengan karakter citrusy dan sedikit fruity. Karena itu, meskipun ada tambahan salted caramel, rasa dasar kopinya tetap seimbang dan tidak tertutup.

Bagi saya, Salted Kopiko ini seperti versi dewasa dari permen masa kecil tetapi lebih kompleks, lebih lembut, dan tetap menyenangkan. Cocok untuk penikmat kopi yang ingin sesuatu yang manis tanpa kehilangan karakter kuat dari espresso-nya.

Sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, Kopi Kintamani memang punya keunikan tersendiri. Tanah vulkanik di sekitar Gunung Batur memberikan mineral alami yang kaya, menciptakan rasa kopi yang segar dengan sedikit sentuhan jeruk dan coklat.

Menurut artikel dari Perfect Daily Grind (2022), kopi Kintamani termasuk dalam kategori Arabika specialty yang ditanam di ketinggian 900–1.600 mdpl. Cita rasanya khas: bright acidity, medium body, dan aroma floral yang elegan. Tak heran banyak coffee shop, termasuk Akasa, menjadikannya andalan utama dalam berbagai kreasi minuman mereka.

Selain pemandangan luar biasa, Akasa juga menawarkan kenyamanan yang tak kalah menarik. Area duduknya luas, dengan pilihan kursi yang menghadap langsung ke lembah, spot semi-outdoor, hingga area rooftop yang cocok buat foto-foto. Musiknya pelan dan menenangkan, lebih ke chill acoustic, menambah kesan santai di antara semilir angin pegunungan.

Namun, untuk kamu yang ingin Work From Café, tempat ini mungkin bukan pilihan terbaik karena koneksi internet bisa sedikit tidak stabil dan suasananya lebih ramai dibanding kafe di kota. Tapi untuk leisure time, ngobrol santai, atau sekadar self-date sambil menikmati udara segar, Akasa benar-benar juara.

Pelayanannya juga ramah dan cepat, meskipun pengunjung cukup banyak. Para staf tampak terlatih dan sabar menjelaskan menu, bahkan memberikan rekomendasi pairing yang pas antara jenis kopi dan dessert mereka.


Dengan harga kisaran Rp60.000–70.000, Salted Kopiko ini jelas masuk kategori worth it. Kamu tidak hanya membayar untuk secangkir kopi, tapi juga untuk pengalaman menikmati pemandangan Gunung Batur dari tempat terbaiknya. Bahkan, bisa dibilang ini adalah salah satu cafe dengan view terbaik di Bali.


Kesimpulannya, Menyeruput kopi di Akasa Specialty Coffee terasa seperti ritual kecil untuk kembali pada diri sendiri. Ada sesuatu yang menenangkan dari duduk diam di tepi tebing, membiarkan angin gunung menyapa wajah, sambil menikmati hangatnya kopi dengan cita rasa seimbang antara manis, asin, dan pahit.


Akasa bukan hanya tempat ngopi, tapi tempat berhenti sejenak dari dunia yang terlalu cepat. Di sini, kamu bisa merasakan arti sederhana dari “slow living” hanya kamu, alam, dan secangkir kopi yang dibuat dengan cinta.


Kalau kamu diberi kesempatan ngopi di tepi tebing seperti di Akasa, kopi seperti apa yang ingin kamu pesan?



📍 Lokasi: Akasa Specialty Coffee, Kintamani, Bali





by Carina Olifia


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi Malam Hari di Coffee Dia: Pengalaman Santai di Sudut Outdoor yang Tenang

Pengalaman Ngopi Santai di Coffinancial : Tempat Nyaman Buat Nongkrong dan Kerja Santai