Dari Burnt Cheesecake ke Matcha Latte: Hari Santai Gua di Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch

By Theo Immanuel Widjaja

Cheeky Matcha di Serpong itu sebenernya bukan tempat yang awalnya ada di list gua. Gua biasanya lebih sering main ke coffee shop, nyobain espresso, ataupun latte baru. Tapi akhir-akhir ini, mungkin karena cuaca panas, mungkin karena lagi pengen sesuatu yang beda, gua jadi nyari minuman yang lebih ringan tapi tetap punya karakter. Dan dari beberapa rekomendasi orang, nama “Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch” selalu muncul di radar. Namanya lucu, tempatnya katanya estetik, dan minuman matcha mereka sering dipuji. Jadilah suatu hari gua memutuskan buat jalan ke sana, sekalian buat istirahat dari dunia perkopian yang biasa gua tulis di blog.

Begitu gua sampai, kesan pertama langsung nyantol: tempatnya punya vibe yang clean, hangat, dan terasa “modest estetik”,  bukan yang berlebihan atau norak. Interiornya dipenuhi warna-warna lembut, dominan putih dan hijau sage, dengan sentuhan kayu yang bikin suasananya adem. Dan karena ini menjelang Natal, Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch udah mulai pasang ornamen-ornamen musim liburan: ada lampu-lampu kecil yang nyala lembut, ada beberapa mini wreath, dan dekor kecil di meja yang bikin ambience-nya jadi lebih cozy. Gua pribadi suka tempat yang effort dekorasinya pas, nggak terlalu niat sampe over, tapi nggak juga malas. Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch ada di tengah-tengah itu. Cukup buat bikin suasana nyaman.

Stafnya juga langsung keliatan ramah dan responsif. Dari cara mereka greeting, cara mereka jelasin menu, sampai cara mereka nyiapin pesenan, gua bisa liat kalau mereka beneran dibriefing dan dilatih dengan proper. Bukan tipe tempat yang asal naruh karyawan lalu udah. Ada standar pelayanan yang kerasa, dan itu bikin pengalaman nongkrong di sana jadi lebih enak. Bahkan sebelum duduk pun gua udah punya feeling kalau kunjungan kali ini bakal asik.

Setelah dijelaskan, akhirnya gua memutuskan untuk  langsung pesen beberapa hal sekaligus biar bisa gua nikmatin pelan-pelan. Pilihan pertama gua adalah dua jenis burnt cheesecake: versi original dan versi matcha. Gua juga pesen minuman andalan mereka, yaitu matcha latte, tapi gua custom: less sugar dan pakai almond milk. Gua penasaran banget gimana rasa matcha kalau dipadukan sama almond milk, karena biasanya gua cuma minum matcha dengan fresh milk yang standar.

Kita mulai dari burnt cheesecake original dulu. Dari tampilannya aja gua udah menarik: nggak terlalu besar, tapi punya crust kecokelatan yang cantik di bagian atas, tanda khas dari burnt cheesecake yang matang sempurna. Begitu dipotong, teksturnya langsung keliatan lembut banget, creamy, tapi tetap firm. Di suapan pertama, rasanya bener-bener satisfying. Creamy, manisnya pas, nggak bikin enek, dan melted di mulut secara halus. Ada cheesecake yang terlalu manis sampai bikin tenggorokan kayak lengket? Nah, yang ini enggak sama sekali. Malah gua bisa bilang, ini salah satu burnt cheesecake paling “balance” yang pernah gua makan.

Setelah beberapa suap versi original, gua lanjut ke burnt cheesecake matcha-nya. Dan di sini gua agak kaget, karena gua pikir matchanya bakal kuat banget, tapi ternyata rasanya lembut, halus, dan elegant. Matcha-nya kerasa, tapi nggak pahit atau “nendang” kayak matcha upeti yang intensity-nya tinggi. Ini lebih ke matcha yang dibuat untuk dessert: wangi, earthy sedikit, dan bersahabat. Cheesecake-nya sendiri tetap creamy kayak versi original, tapi ada twist rasa yang bikin dia lebih refreshing. Ini cheesecake yang bisa lo makan setengah tanpa sadar, karena ringan di lidah. Buat lo yang suka matcha tapi nggak suka abis makan dessert malah kehausan atau eneg, ini cheesecake yang cocok buat lo.

Original Burnt Cheesecake
Matcha Burnt Cheesecake

Sekarang masuk ke star berikutnya: matcha latte almond milk less sugar yang gua pesen. Dari tampilannya, minuman ini punya tone hijau yang pekat tapi tetap terlihat lembut. Ketika gua seruput pertama kali, hal yang langsung kerasa adalah aroma almond milk-nya. Strong, tapi bukan strong yang nutty sampai pahit, lebih ke almond yang wangi dan creamy, tapi ringan. Matchanya sendiri kerasa clear, nggak “tenggelam” sama almond milk-nya. Dan karena gua pesen less sugar, rasa matcha-nya muncul lebih utuh tanpa ketutup manis berlebihan.

Almond Milk Matcha Latte

Perpaduan almond milk dan matcha ini unik banget. Kalau biasanya matcha latte pakai fresh milk kasih sensasi creamy-smooth yang familiar, versi almond milk ini punya karakter berbeda: lebih ringan, aromanya lebih wangi kacang, dan ada aftertaste lembut yang bikin minuman kerasa lebih refreshing. Rasanya tuh kayak matcha latte yang “dewasa”, nggak manis khas susu sapi, nggak milky berlebihan, tapi tetap enak dan nyaman diminum perlahan sambil ngobrol atau sambil scroll HP santai. Gua pribadi ngerasa versi almond milk ini cocok buat orang yang gampang eneg atau yang pengen minuman matcha yang nggak berat di perut.

Sambil nyemil cheesecake dan minum matcha, gua ngeliatin suasana sekitar. Banyak orang yang datang nggak cuma buat minum, tapi juga buat foto-foto tempatnya. Nggak heran sih, karena interiornya memang sangat estetik dan fotoable. Semua detail dipikirin: cahaya natural masuk dari jendela, warna dinding yang lembut, dan hiasan kecil yang bikin sudut ruangan jadi enak dipandang. Dekor Natal juga nambah suasana hangat, apalagi kalau lo datang sore menjelang malam ketika lampu-lampu mulai dinyalain.

Gua juga memperhatiin cara staf bekerja. Mereka gerak cepat, tapi tetap sopan dan rapi. Kalau ada pengunjung datang, mereka siap. Kalau ada meja selesai dipakai, mereka langsung bersihin. Kalau ada orang nanya detail menu, mereka jelasin dengan jelas dan nggak males. Pelayanan kayak gini tuh jarang-jarang, karena banyak tempat yang estetik tapi pelayanannya biasa aja. Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch punya dua-duanya: rasa oke, tempat enak, service bagus.

Dan yang paling lucu dari pengalaman kali ini adalah… gua sadar bahwa blog gua kan biasa bahas kopi. Eh ini malah bahas matcha. Tapi gua pikir, ya sudahlah, sekali-kali melenceng mah nggak apa-apa. Namanya juga hidup, masa harus kopi terus tiap hari? Toh Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch worth it banget buat diceritain. Dan lagi, matcha itu masih satu keluarga sama minuman café vibes kok. Dejet sedikit arah bukan masalah.

Kalau ditanya apakah gua akan balik? Iya. Seratus persen iya. Gue pengen nyobain menu lain, mungkin minuman matcha lain yang lebih strong, atau dessert lain yang ada di sana. Burnt cheesecake mereka udah bikin gua penasaran seberapa konsisten mereka di menu-menu lain. Dan matcha latte almond milk tadi sukses bikin gua mikir bahwa matcha bisa punya karakter yang beda kalau dikombinasikan sama jenis susu tertentu. Jadi ada sense eksplorasi yang belum selesai.

Pengalaman gua di Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch Serpong ini bisa diringkas simpel: tempat enak, pelayanan ramah, minuman bagus, dan dessert yang sukses bikin gua senyum-senyum karena enak tapi nggak bikin kenyang berlebihan. Ini tipe tempat yang cocok buat lo nongkrong sendirian, atau bareng temen, atau bahkan buat kerja sambil ngerjain tugas. Suasananya tenang dan bersih, nggak ada gangguan berlebihan.

Dan ya, ini blog kopi yang kali ini melenceng ke matcha, tapi gua rasa pembaca nggak akan keberatan. Paling malah jadi pengen nyobain. Hidup bukan cuma soal espresso, kadang lo butuh sesuatu yang lebih kalem tapi tetap punya karakter. Matcha di Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch ngasih itu: calm, tapi tetap flavorful.

Kalau lo lagi di Serpong atau nyari tempat minum matcha yang serius soal rasa tapi tetap santai soal suasana, Cheeky Cheese & Cheeky Matcha Goldfinch adalah salah satu tempat yang harus lo coba. Dan kalau lo lagi butuh break dari kopi tapi tetap pengen vibe café yang nyaman, ini tempat yang pas.

Di bawah ini informasi tambahan buat kalian yang pengen tahu yaaa: 

  • Alamat: Ruko Goldfinch 50 1st Floor. Jl. Spring Boulevard Blok SGE, Gading, Kec. Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten 15332
  • Jam buka: Senin–Kamis, 10:00 – 21:00, Jumat–Minggu, 10:00 – 22:00
  • Kisaran harga: Rp ~40.000 – Rp ~75.000 per orang 
  • Pembayaran: cashless / QRIS 






Komentar

  1. Gua tinggal di gs baru tau ni cheesecake, ntr mau cobain dari cerita nya si lumyana menarik

    BalasHapus
  2. Keknya makanan sama tempatnya cocok bngt nih buat makan bareng doi

    BalasHapus
  3. kapan kapan gua coba kesini dah

    BalasHapus
  4. Udah pernah makan dsini, chizcake nya enak beud mmg….

    BalasHapus
  5. jadi pengen coba nih cheesecakenya

    BalasHapus
  6. jadi pengen tuh minumannya

    BalasHapus
  7. masuk di list tempat yang harus gw kunjungi nih

    BalasHapus
  8. deket bgt ni ama rmh gua, cobain deh next time

    BalasHapus
  9. matcha lattenya enak tih

    BalasHapus
  10. dekorasinya cakep banget natal2 gitu

    BalasHapus
  11. jadi pengen matcha lattenya dee

    BalasHapus
  12. rekomen sih ni tempat

    BalasHapus
  13. Cocok sih abis ngampus nongkrong sini

    BalasHapus
  14. cheesecakenya beneran enak sih

    BalasHapus
  15. beneran harus nyoba sih ini

    BalasHapus
  16. keiatan menarik nih, harus dicoba

    BalasHapus
  17. udh pernah ke sinii. as a cheesecake lover, bnrn worth it. apalagi harganya msh affordable d banding bbrp toko sejeniss

    BalasHapus
  18. cheese cakenya bikin aku ngiler deh 🤤🤤

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi Malam Hari di Coffee Dia: Pengalaman Santai di Sudut Outdoor yang Tenang

Pengalaman Ngopi Santai di Coffinancial : Tempat Nyaman Buat Nongkrong dan Kerja Santai