Keheningan Sebuah Pagi di Anomali Coffee Senayan yang Jarang Diceritakan
By, William Andreas Sulit menemukan kafe di Jakarta yang mampu bertahan dari arus tren—mulai dari industrial, Japandi, tropical, hingga monotone minimalism—tetapi tetap punya jiwa. Anomali Coffee Senayan adalah salah satu dari sedikit tempat yang tidak mengejar estetika media sosial, melainkan mempertahankan narasi asli: kopi sebagai cerita, bukan sebagai properti visual. Pagi itu, saya datang sekitar pukul delapan. Jalan Asia Afrika masih setengah terjaga; suara kendaraan belum terlalu padat, dan udara sedikit lebih ramah dibanding sisa hari. Dari luar, kafe ini tidak berteriak “konten!”, tidak seperti banyak tempat lain di Senayan. Justru dari kesederhanaannya, ia mengundang: fasad kayu, kaca besar, dan aroma roasting yang samar—cukup untuk membuat orang penasaran, tetapi tidak mendominasi. Saat masuk, interiornya terasa hangat. Furnitur kayu tua, dinding dengan poster-poster lama tentang kopi Nusantara, dan meja panjang yang tampak sudah menjadi saksi banyak diskusi bisnis, perteman...